Untuk memenuhi target itu, perusahaan non-patungan itu agresif berekspansi, sejak pertengahan tahun lalu. BYD mengambil alih Midea Coach Manufacturing, Juli 2009 dan mengubahnya jadi basis produksi kendaraan bertenaga listrik. Pabrik ini terletak di Changsa, ibukota propinsi Hunan di China Tengah. BYD -perusahaan baterai dan mobil ini- juga mulai melakukan ekspansi di Shenzen dan Xi'an untuk mencapai target kapasitas produksi total 800,000 unit pertahun, yaitu angka penjualan yang disasar BYD tahun 2010. Ini angka yang luar biasa bagi perusahaan otomotif sekelas BYD.
Chery dan Geely menargetkan penjualan 2 juta unit tahun 2015. Untuk itu, Geely mendorong produksi pabriknya di Lanzhou menjadi 120,000 unit dari 50,000 unit. Sementara Chery membangun pabrik baru di Wuhu -kantor pusatnya- di atas tanah seluas 1.6 juta m2 dan investasi 10 miliar Yuan ($1.47 miliar). Ditambah, Chery baru saja meresmikan satu jalur produksi di Dalian dengan nilai investasi 4.7 miliar Yuan dan kapasitas produksi tahunan 200,000 unit yang dijadwalkan mulai berproduksi Juni 2011.
perusahaan otomotif patungan China-Asing lebih berhati-hati soal ekspansi. Meskipun inden panjang, umumnya mereka memilih meningkatkan shift dari bikin pabrik baru. Tianjin-FAW-Toyota, misalnya, tidak merilis rencana peningkatan produksi, meskipun konsumennya harus menunggu lebih dari satu bulan untuk mendapatkan Toyota RAV4. Daripada meningkatkan produksi, FAW-Volkswagen memilih meningkatkan jumlah shift kerja dari dua jadi tiga.
Salah satu pendorong pabrikan non-patungan berani melakukan investasi besar-besaran untuk ekspansi adalah dukungan dari pemerintah lokal. Misalnya, pemerintah daerah (pemda) Lanzhou yang meluncurkan rencana pembangunan pusat industri mobil dengan investasi lebih dari 10 miliar Yuan seiring investasi Geely di sana. Pemda Lanzhou, juga tertarik untuk bergabung dengan kota-kota yang mendorong pertumbuhan industri otomotif seperti Changsa, Beijing, Wuhu dan lainnya untuk berkompetisi dengan kota-kota yang sejak dulu dikenal sebagai pusat industri otomotif di China seperti Changchun, Wuhan dan Guanghou.
Kondisi ini menimbulkan ancama overcapacity di masa depan. Bahkan lebih jauh lagi, pada segmen-segmen tertentu sudah sangat jenuh. Contohnya di segmen microvan. kapasitas produksi yang sudah ada dan yang direncanakan total mencapai 7 juta unit, sementara estimasi kebutuhan mobil jenis ini hanya 3 juta sepanjang tahun ini.
Menurut laporan Kementrian Industri dan Teknologi Informasi China, total kapasitas produksi mobil pada tahun 2012 adalah 23 juta. Idle capacity sekitar 30%. Sejumlah analis menilai itu angka yang aman karena China memiliki pertumbuhan permintaan tinggi. Namun overcapacity yang didorong investasi berlebihan tetap jadi isu yang disorot tajam. Konsolidasi pasar dalam waktu dekat diperkirakan akan membantu menghindari pembangunan berlebihan dan menghamburkan sumberdaya. (Mobilku) |