Menurut GM, selama Januari mereka telah menjual 219.192 unit atau naik 97 persen dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya. Ini juga merupakan rekor baru penjualan GM di China yang kini menjadi pasar mobil nomor satu di dunia. Juga dilaporkan bahwa ini pertama kali angka penjualan GM di Negeri Panda tersebut melewati angka 200.000 unit per bulan
“Permintaan selama Januari sangat kuat di semua segmen,” kata Kevin Wale, Presiden dan Direktur Pengelola GM China. “Ini merupakan tanda-tanda positif pada 2010 dan melanjutkan pencapaian tahun lalu.”
Toyota Motor Corporation, produsen nomor satu dunia yang kini menghadapi masalah dengan recall, melaporkan bahwa penjualan mereka di China pada Januari lalu naik 53 persen, yaitu menjadi 72.000 unit. Kendati Toyota me-recall 75.552 unit RAV4 di China dengan masalah pedal gas, target Toyota di negara tersebut tidak berubah. Tahun ini, Toyota berharap bisa menjual 800.000 unit, naik dari sebelumnya 709.000 unit pada 2009.
“Sampai pertengahan jangka panjang, pengaruh (recall) terhadap bisnis kami di China terbatas,” kata Niu Yu, juru bicara Toyota di Beijing. “Saya yakin kami bisa mencapai target,” tambahnya seperti yang dikutip oleh kantor berita Asscociated Press.
Pada minggu ini, mitra Ford di China, Changan Ford Sales Co, melaporkan telah menjual 30.759 kendaraan pada Januari. Ini berarti persentase penjualan naik 128 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penjualan mobil di China tahun lalu naik 45 persen atau mencapai 13,6 juta unit dan telah melangkahi dominasi Amerika Serikat.
Peningkatan penjualan mobil di China tahun lalu merupakan hasil dari serangkaian kebijakan pemerintah, yaitu mendorong pemilik kendaraan lama melakukan tukar-tambah dengan yang baru. Dalam hal ini, banyak pemilik truk tiga roda mengganti kendaraannya dengan kendaraan kecil yang irit bahan bakar.
Faktor lain yang menyebabkan penjualan di China tinggi selama Januari adalah pembelian mobil untuk keperluan. Pasalnya, Tahun Baru China jatuh pada 14 Februari 2010 dan merupakan liburan terbesar di negara tersebut. Semua keluarga pun merayakan Imlek. Nah, setelah itu, ada prediksi dari Credit Suisse Bank, Februari, bahwa penjualan akan turun. (Kompas) |