Kedua pihak sudah memulai kerja sama sejak 2005, tetapi belum terhadap penyatuan permodalan perusahaan. Presiden Mitsubishi Motors Osamu Masuko menjelaskan, opsi penggabungan kedua perusahaan menjadi alternatif yang bisa dilakukan.
"Kerja sama kami selama ini berjalan dengan sukses dan berlanjut sampai tahun keempat, kelima, atau seterusnya. Kerja sama ini terjadi dengan sendirinya. Peugeot mitra yang baik," ujar Masuko ketika dimintai komentar tentang kemungkinan terjadinya penggabungan saham, seperti dilansir Bloomberg, (5/2/2010).
Beberapa pimpinan dari kedua pihak mengadakan negosiasi bisnis di Tokyo untuk memuluskan upaya produsen Perancis tersebut bisa menguasai saham Mitsubishi di Jepang. Namun, informasi ini disangkal Masuko.
"Kami belum pernah mendengar adanya pembahasan spesifik terkait saham. Kami punya hubungan pertemanan yang baik, tetapi bukan dalam posisi untuk menandatangani kontrak pernikahan bersama," papar Masuko.
Di sisi lain, upaya kerja sama yang dilakukan Mitsubishi Motors adalah untuk mencari sokongan teknologi mesin diesel kecil yang dimiliki Peugeot, dan mengembangkan produk hibrida agar mampu mencapai standar regulasi lingkungan yang makin tinggi di pasar Eropa.
Mitsubishi diberi tanggung jawab memproduksi SUV, sedangkan Peugeot menyediakan kendaraan listrik mulai Oktober ini. Kedua pabrikan juga merencanakan kerja sama di Rusia. (Kompas) |