Kesepakatan tersebut didorong oleh investor ternama Amerika Serikat, Warren Buffett Berkshire Hathaway, yang memiliki saham 10 persen di BYD. Kedua perusahaan berencana menciptakan merek baru.
Presdir Daimler Dieter Zetsche menjelaskan tujuan kerja sama tersebut. “Kami berusaha terus menjadi yang terdepan dalam industri mobil listrik. Daimler dalam rancang bangun kendaraan listrik dan kehebatan BYD pada teknologi baterai dan sistem e-drive adalah perpaduan," ungkapnya.
Kerja sama tersebut bertujuan untuk membuat mobil listrik yang dikhususkan untuk pasar China. Presdir sekaligus pendiri BYD, Wang Chuangfu, mengatakan bahwa "Kerja sama ini merupakan win-win bisnis. Tiap-tiap perusahaan punya kompetensi. Kami sangat senang bekerja sama dengan Daimler sebagai penemu otomotif," akunya.
Untuk itu, Daimler berencana membangun pusat pengembangan teknologi mobil listrik di Negeri Panda tersebut untuk menentukan desain, penelitian, dan pengujian. Saat ini, Daimler sudah memasarkan mobil listriknya, yaitu Smart Fortwo, dan akhir tahun ini melepas Mercedes Benz A-Class listrik.
Pabrikan asal Jerman ini juga memiliki sebagian kecil saham di Tesla Motors asal Amerika Serikat. Dari Tesla, Daimler memperoleh pasokan baterai listrik yang teraplikasi pada Smart.
Dia menambahkan, mobil listrik yang akan diproduksi bersama tersebut cocok untuk dipakai di dalam kota. Banyaknya kota metropolitan di China sangat memungkinkan pengembangan mobil tanpa emisi. Karena itu, kedua perusahaan sepakat mempercepat produksi mobil listrik di negara dengan penduduk terbesar di dunia tersebut. (Kompas) |