Recall yang diumumkan pertengahan Agustus untuk produksi tahun 2007-2008 berjumlah 293.787 unit yang dipasarkan di Amerika Serikat (AS). Namun, jumlah ini bertambah menjadi 514.000 unit dengan menyebarnya penarikan ke Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
Pemicunya, kerusakan pada sistem electro-hydraulic power steering. Jadi, di beberapa kasus, saat berkendara, tiba-tiba teknologi peringan putaran setir ini tak berfungsi sehingga berpotensi terjadi kecelakaan.
Pihak MMI menyatakan, jumlah unit yang terkena recall di Indonesia 208 unit Mazda5 dan 60 unit Mazda3. "Saya berharap bisa selesai dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Kami masih menunggu pasokan komponen dari Jepang," ujar Presiden Direktur MMI Yoshiya Horigome di sela buka puasa bersama dengan wartawan, pekan lalu.
Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia Astrid Ariani Widjana menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendata semua konsumen yang membeli unit di Indonesia. "Sampai saat ini belum ada keluhan dari konsumen, kami melakukan kampanye ini karena memang sesuai perintah prinsipal," kata Astrid.
Pihak MMI menegaskan, perbaikan tak akan memerlukan waktu lama dan semua biaya ditanggung Mazda. Jadi, kalau Anda salah satu pemilik kendaraan, buruan telepon dealer Mazda terdekat! (Kompas) |