|   Home   |   About Us   |   Products ( 199 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
Kenali komponen Vital ini Pada Kendaraan Anda

Kali ini kami perkenalkan sistem penghenti laju (rem) dan kemudi yang menjadi peranti terpenting dan vital bagi kendaraan.

Rem misalnya, paling berbahaya jika sampai mengalami blong. Bukan saja kendaraan lain jadi korban, bisa-bisa nyawa pejalan kaki atau lainnya melayang.

Sistem Rem
1. Cakram
Bentuknya berupa piringan dan memiliki fungsi sebagai media gesekan dengan kampas rem. Model ini memiliki kelebihan, yakni kemampuan melepas panas yang lebih baik. Tak heran, performa model rem seperti ini cenderung stabil di berbagai kondisi. Apalagi jika ditambah lubang ventilasi di tengah agar proses pelepasan panas kian sempurna. Karenanya, mobil yang memiliki tenaga besar wajib memakai rem cakram pada keempat rodanya.

Pemeriksaan : Fisik piringan cakram menjadi barometer kerusakaan. Mulus tidaknya permukaan piringan bisa dirasakan ketika pedal rem diinjak. Bila pedal seperti diayun menandakan permukaan piringan bergelombang. Namun bila terjadi getaran, keausan piringan tidak merata. Bila ketebalan cakram masih dalam batas toleransi, proses bubut bisa dilakukan untuk melenyapkan piringan yang bergelombang.

2. Kaliper
Peranti ini terletak di balik pelek yang berfungsi menekan kampas rem. Digerakkan dengan menggunakan tekanan dari injakan pada pedal rem, lalu disalurkan tekanan tersebut oleh fluida berupa minyak rem dengan bantuan booster rem.

Pemeriksaan: Korosi kerap menyerang piston di kaliper. Apalagi bila sil pelindung debu dan kotoran telah robek. Efeknya, rem menjadi macet dan bisa menyebabkan kampas rem terbakar bilam kendaraan tetap dipaksa jalan.

3. Teromol
Bila dibandingkan dengan ncakram, teromol memiliki tingkat kepakeman yang lebih baik, lantaran bidang geseknya lebih besar ketimbang cakram. Dan teromol ini punya kelemahan pada kemampuan melepas panas dan pembuangan debu debu rem hasil gesekan kampas. Jadi, bila rem teromol digunakan dalam waktu lama, kemampuannya akan menurun drastis.

Pemeriksaan: Posisi yang tertutup, membuat rem teromol lebih sulit untuk dideteksi kerusakannya. Umumnya, baret dan kebocoran sil master rem menjadi penyakit penghenti laju model ini.

4.Load Sensing Proportioning Valve
Merupakan cikal bakal teknologi Electronic Brake Distribution (EDB). Komponen ini beker secara mekanikal dan ditempatkan di sumbu roda belakang, membuat perangkat ini dapat mengindentifikasi bobot yang diusung kendaraan. Bila beban di belakang kian berat, maka distribusi tekanan minyak ke rem belakang akan semakin bertambah.

Pemeriksaan : Kebocoran minyak rem merupakan kemungkinan terbesar yang terjadi di komponen ini. Korosi pada valve bisa jadi jika minyak rem tidak diganti secara berkala.

Sistem Kemudi
1. Ball Joint
Fungsinya sebagai sumbu untuk mengubah arah dari sudut roda. Bentuk bagian dalam dari peranti ini menyerupai bola dan sebagai pelindung debu. Maka karet penutup digunakan untuk mempertahankan pelumasan pada peranti ini.

Pemeriksaan: Bila Anda kerap menghantam lubang, maka peranti ini mudah sekali rusak. Untuk memeriksanya, kendaraan dikondrak lalu menggoyangkan dengnan arah vertikal. Bila goyang menandakan ball joint perlu segeran diganti.

2. Tie-rod end
Hampir serupa dengan ball joint, tie-rod berfungsi sebagai batang penerus untuk mengarahkan sudut roda dari kemudi. Long tie-rod merupakan bagian yang digunakan teknisi untuk mengatur sudut roda (toe) saat spooring.

Pemeriksaan: Cara serupa dengnan ball joint dapat diterapkan untuk mengecek kondisi tie-rod end. Hanya, gerakan saat menggoyangkan ban secara horizontal. Bila terdapat gerak bebas, menandakan komponen ini perlu diganti.

3. Steering House (rumah setir)
Tugasnya, mengubah gerakan putaran kemudi menjadi vertikal, sehingga roda dapat dibelokkan ke kanan dan kiri.

Pemeriksaan: Pengaturan gerak bebas kemudi begitu menentukan akurasi dalam berkendara. terlalu sedikit, putaran kemudi akan terasa berat. Jika terlalu banyak menandakan terjadi gejala keausan.

Langkah pertama tentu mengatur ulang gerak bebas kemudi. Namun biasanya, keausan pada as dan rack guide, membuat gerak bebas kemudi menjadi bertambah.

 

.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::