|   Home   |   About Us   |   Products ( 199 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
Lantai Parkir Tak Datar, Hati-Hati, Bisa Merugi

Hal yang kurang disadari oleh pemilik mobil, ketika tunggangan diparkir pada lahan tidak datar, baik menanjak ataupun menurun. Jika tak memperhitungkan berapa besar derajat tanjakan atau turunan, malah bisa berabe. Prinsipnya sih, baik menanjak atau menurun terlalu lama sebaiknya dihindari. Apa saja yang bisa bikin rugi?

Mesin dan Transmisi Otomatik

Pengaruh parkir menanjak atau menurun terhadap kerja matik tentu akan ada efeknya. Terutama ketika sudut kemiringan berlebih hingga menyebabkan oli yang diisap oleh pompa tercampur udara. Umumnya, di dalam karter, mulut pipa penyedot atau strainer transmisi matik ini mempunyai jarak ke dasar bak relatif dekat.

Namun begitu, pada kondisi parkir tak rata bisa saja menimbulkan suara mendengung setelah mesin dihidupkan. Hal itu akibat oli tidak terisap baik oleh transmisi. Selain suara mendengung. bisa juga terjadi foaming alias gelembung udara dalam tekanan oli matik.

Kondisi lemahnya tekanan oli ini membuat saat tuas dipindah ke posisi 'D' atau ke posisi lain, dapat menyebabkan entakan gir terlambat. Tentu bisa berbahaya, jika posisi mobil parkir menanjak, namun terlambat maju saat pedal gas diinjak. Sebaiknya, sebelum melepas rem tangan dan setelah tuas dipindahkan ke posisi 'D', pedal gas sedikit diinjak agar mobil siap bergerak. Cara lainnya, bisa dengan menghidupkan mesin setelah mobil diturunkan pada permukaan yang lebih rata.

Lemahnya tekanan oli juga dapat menyebabkan ausnya komponen matik dan mengurangi respons transmisi. Apalgai kalau didukung kondisi volume oli dalam karter matik sudah mulai berkurang, atau sudah terjadi rembes di sekitar sil.

Hal hampir serupa juga terjadi pada bak oli mesin. Pipa pengisap umunya berada di depan, jika menanjak terlalu ekstrem kemungkinan pipa tidak mengisap oli. atau hanya sebagian tersedot, sehingga pipa juga menyeruput udara ke saluran oli.

Tetapi, kondisi perparkiran atau car port di rumah pada umumnya tak terlalu tinggi,perlu perhatian pada derajat kemiringan pada saat hendak membangun perparkiran atau car port.

Rem

Saat parkir ada komponen yang menerima beban lebih, yaitu rem parkir atau biasa disebut 'rem tangan'. Utamanya buat mobil bertransmisi manual, yang rata-rata membiarkan posisi transmisi netral dan hanya mengandalkan rem parkir ini untuk mempertahankan posisi mobil agar tidak meluncur. Memang, sebaiknya dibantu juga dengan memasukkan gigi persneling.

Padahal, komponen ini malah cukup jarang mendapat perhatian, bahkan ketika mengganti kampas rem belakang (rem parkir hanya mengandalkan rem belakang) sekalipun. Bisa jadi kondisi kabel rem sudah aus. Meski terbuat dari kawat baja, kemungkinan ada bagian serat yang terputus atau melar, membuat kinerja rem tak bagus.

Malah, buat rem dengan tipe drum in disk, menggunakan teromol buat rem tangan di dalam rotor rem cakram belakang. Kampas rem cakramnya diganti dan kaliper dibershikan, sementara rem parkir berupa teromol di balik rotor terlupa untuk dirawat, mobil sudah pasti meluncur. Jadi, buat yang terlanjur memiliki car port dengan kondisi tak datar rajin-rajinlah memeriksa komponen rem parkir.

Evaporator AC

Salah satu peranti yang bisa malfungsi akibat parkir menanjak adalah evaporator AC. Beberapa mobil kalau parkir menanjak bisa menyebabkan evaporator mampat. Soalnya air AC tidak terbuang dan bikin lumut. Lumut inilah yang bikin mampat.

Coba tilik konstruksi evaporator. Meski rada ribet membuka panel konsol, perhatikan posisi lubang pembuangan air. Ada mobil yang lubang pembuangannya di bagian belakang kotak evaporator. Tipe ini sih aman. Tetapi ada mobl yang saluran pembuangannya ada di depan. Nah, model ini yang berisiko. Air bisa tergenang di bagian belakang. Sialnya, kebanyakan mobil baru pakai tipe yang terakhir.

Ingat, pengembunan bakal tetap berlangsung meski mesin sudah dimatikan. Karena evaporator masih dingin, genangan air pun rentan terjadi. Lumut cenderung menyelimuti kisi-kisi evaporator. Jangan bayangkan lumut hijau yang biasa tumbuh di kolam atau genangan air, lumutnya terlihat seperti lender.

Karena lumut ini menutup kisi-kisi evaporator, gejala paling kentara adalah embusan AC terasa lebih pelan. Wajar, karena evaporator jadi mampat dan semburan udara dari kipas evaporator pun berkurang. Apalagi ditambah hadirnya debu. Lumut pun jadi lebih kotor dan kian menyumbat. Pertumbuhannya bisa terjadi hanya dalam hitungan bulan saja.

Nah, kalau angin AC mobil Anda semakin mengecil, selain karena kotor, juga patut dicurigai terjadinya lumut ini. Sebenarnya proses penanggungannya mirip dengan cara membersihkan evaporator dari kotoran, yaitu dengan membongkar evaporator di bawah dashbor. Lalu semprot dengan air bertekanan tinggi untuk menghilangkan kotoran.

Sedikit perbedaan, adalah untuk menghilangkan lumut kalau hanya diseprot, mungkin kotoran bisa luluh. Tetapi lumut belum hilang semua dan tetap bisa menyebar lagi, Jadi lumut harus dimatikan. Siram dengan evaporator dengan air panas, jamurnya pasti akan luluh.

Selebihnya, langkah pembersihan evaporator bisa dilakukan seperti biasa. Oh ya, untuk pengerjaan ini sebaiknya dilakukan oleh bengkel professional. Sebab pembersihan evaporator harus membongkar system AC, artinya harus buang dan tambah Freon, Biasanya onkos pengerjaan berkisar Rp. 75 300 ribu, tergantung tipe mobil. Itu belum termasuk tambah Freon dan kemungkinan penggantian komponen.

Sumber dari : Tabloid Otomotif

 

.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::