|   Home   |   About Us   |   Products ( 199 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
Rawatlah Mobil Diesel Anda!

Perawatan mesin diesel dan bensin tidaklah jauh berbeda. Namun, untuk pemilik mobil diesel, ada beberapa item pengecekan yang berbeda.

Seperti busi pemanas dan Timing Belt untuk mobil non panther serta rante keteng khusus pada mobil panther. Sementara untuk oil filter, air filter cukup dilakukan pengecekan secara periodik.

Selain itu, ada juga beberapa cara yang harus dilakukan untuk menjaga agar mesin diesel 'tidak rewel' dan tetap menyala tanpa hambatan.

"Ada bebarapa kiat yang sebenarnya sederhana namun banyak pengguna mesin diesel tidak mengetahuinya," ujar mekanik OtoRoda, Rudi Suryadi ketika bengkelnya di jalan IR. H Juanda No. 84 Ciputat, Tangerang disambangi detikOto pada pekan lalu.

Pertama tentu saja harus rajin memanaskan mesin sebelum melakukan perjalanan. Sebab mesin diesel haruslah dipanasi sedikitnya lima menit sebelum digunakan. "Selain itu, si pemilik juga harus rajin membersihkan filter udara dan filter solar setiap 15.000 km," ucapnya.

Sebab debu yang masuk ke ruang mesin dapat mempercepat keausan pada ruang bakar. Hal itu dikarenakan partikel debu yang halus tersebut dapat dengan mudah berubah menjadi 'bahan pengasah' antara selinder dengan ring piston.

"Dan untuk filter solar, bila rusak harus segera diganti, jangan ditunda-tunda," tambahnya.

Di samping itu, si pemilik pun juga harus lebih telaten untuk membuang air dari saringan solar setiap pagi. Kerja ini harus secara rutin dilakukan agar saringan solar tetap bersih.

"Untuk itu perlu adanya pergantian masa filter solar setiap 15.000 km," ujarnya.

Hal selanjutnya, lanjut Rudi, mesin diesel menggunakan busi yang berbeda yaitu busi pemanas. Busi ini harus selalu dicek agar selalu terdiagnosa.

"Busi ini bisa saja tiba-tiba mati dan tidak berfungsi," tukasnya.

Nah, ada lagi sebuah fenomena lain yang sering terjadi di setiap mobil yang bermesin diesel yakni sering susah dihidupkan ketika mau digunakan. Fenomena tersebut biasanya terjadi pada mobil yang sudah cukup 'berumur'.

"Gejala ini biasanya sih disebut mesin masuk angin," ujarnya.

Untuk itu, Rudi menganjurkan, untuk mengusahakan agar bahan bakar yang tersisa tidak kurang dari seperempat kapasitas tangki untuk mesin diesel lama.

"Diesel masuk angin itu bisa terjadi apalagi untuk mesin diesel model lama, namun semakin berkembangnya teknologi, saat ini mobil mesin diesel yang tidak lagi mendapat istilah serangan masuk angin. Seperti panther, panther saat ini sudah berkurang penyakit yang satu ini," cetusnya.

Namun Rudi mewanti-wanti bila hal ini tiba-tiba terjadi segeralah bawa mobil anda ke bengkel terpercaya untuk dilakukan tune up.

Hal terakhir, yang paling simple yang harus dilakukan agar item diesel tetap awet adalah dengan menstabilkan mesin pada posisi RPM terendah setelah menempuh perjalanan.

"Biarkan mesin pada RPM terendah setelah melakukan perjalanan," tutupnya. (Detik)

 

.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::