|   Home   |   About Us   |   Products ( 199 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
Nge-SMS Kala Nyetir 6 Kali Lebih Bahaya Dari Menelepon

Keselamatan di jalan raya, tidak hanya melulu urusan keterampilan pengemudi. Aktivitas yang dilakukan sambil mengemudi, seperti menelepon atau ber-SMS ria misalnya, banyak menjadi penyebab fatal timbulnya kecelakaan.

Bahkan, seperti yang dirilis Reuters, meski dua-duanya berbahaya, mengetik sms bahayanya kira-kira 6 kali dibanding ketika kita menelepon.

Para peneliti melakukan studi dengan menggunakan kendaraan simulator dan skenario lalu lintas identik, hingga menemukan bahwa risiko ber-SMS sambil menyetir secara signifikan lebih tinggi daripada berbicara di telepon.

"Ketika orang menelpon sambil mengemudi, resiko kecelakaannya bisa empat kali lebih besar," ujar peneliti dari University of Utah, Frank Drews.

Sementara hasil penelitian yang lain, mengetik SMS ketika mengemudi, adalah salah satu faktor utama penyebab kecelakaan yang lebih berbahaya, dibandingkan dengan berbicara di telepon.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Factors ini mengevaluasi kinerja 20 pengemudi yang menggunakan telepon selulernya untuk berbicara dan ber-SMS, sambil mengemudi.

Pengemudi berusia 19-23 tahun, diinstruksikan untuk merencanakan jalan-jalan malam di mana mereka harus mengatur sejumlah kegiatan.

"Tugas mereka hanya mengemudi pada sebuah simulator pada awalnya. Kemudian, pada langkah berikutnya, mereka akan ber-SMS dengan teman-teman mereka di ruangan yang berbeda sambil mengemudi," tambahnya.

Selama penelitian tersebut, terjadi 7 tabrakan, masing-masing disebabkan oleh pengemudi yang berbeda. 6 dari 7 kecelakaan tersebut (86 persen) terjadi ketika pengemudinya sedang ber-sms saat mengemudikan simulator tersebut.

Penelitian ini menemukan, ketika mengetik SMS sambil mengemudi, membuat respon si pengemudi menjadi lambat untuk bereaksi terhadap rambu-rambu, seperti lampu rem, dari kendaraan lain di depannya.

"Waktu respons mereka dengan cahaya pengereman ini tertunda sekitar 20 persen, penundaan yang signifikan dalam waktu reaksi," kata Drews. (Detik)

 

.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::