|   Home   |   About Us   |   Products ( 199 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
Awas, Kerancunan Gas CO dari Knalpot!

Salah satu emisi yang dikeluarkan knalpot dan sangat fatal akibatnya terhadap manusia adalah gas yang disebut karbon monoksida (CO). Gas ini sangat beracun namun susah dipantau. Pasalnya, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan. Di samping itu, juga mengakibatkan iritasi.

Gas tersebut terjadi karena proses pembakaran tidak berlangsung dengan sempurna akibat  pasokan oksigen kurang. Untuk mendapatkan proses pembakaran yang sempurna, perbandingan campuran antara bahan bakar -dalam hal ini bensin- dengan udara harus 14,7 : 1. Perbandingan antara  bahan bakar dan udara ini disebut stoikiometrik. Komposisinya berbeda untuk setiap jenis bahan bakar.

Kalau pembakaran sempurna, polusi yang muncul adalah karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan pemanasan global.

Polusi lain yang dihasilkan mesin adalah nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC) atau  bahanbakar yang belum terbakar. Khusus pada mesin diesel ditambahkan dengan asap atau partikulat alias jelaga.

Cara yang dilakukan untuk menurunkan emisi tersebut, selain membuat pembakaran sempurna,  di knalpot juga dipasang katalisator (catalytic converter).

Bahaya CO.
CO umumnya ditimbulkan oleh mesin bensin. Makin lama mesin digunakan, maka banyak CO yang ditimbulkannya. Pasalnya, proses pembakaran berlangsung tidak sempurna karena berbagai faktor. Nah, kebetulan, di Indonesia kendaraan umum, mayoritas menggunakan mesin bensin. Karena itu bahayanya termasuk tinggi. Jika kadarnya mencapai 100 ppm, akan sangat mengancam kesehatan manusia di sekitarnya.

Keracunan CO bisa mengakibatkan sakit kepala, vertigo, efek seperti flu. Kalau pengaruh racunnya sangat besar, akan mengarah ke sistem syarat pusat dan jantung. Akibat lebih fatal, menyebabkan kematian (orang meninggal di dalam mobil dengan kaca tertutup namun AC dan mesin hidup). Polusi CO ini juga menyebabkan pengaruh berat terhadap janin wanita hamil.

Untuk kadar rendah, CO mengakibatkan depresi, kebingungan dan pelupa. Karena itu, jangan heran, di saat macet, banyak pengemudi atau penumpang kendaraan jadi stress. Bahkan mengantuk!. Penelitian lain, mempengaruhi hemoglobin darah.

Karena ancaman CO yang sangat fatal tersebut, maka produsen mobil terus menyempurnakan proses pembakaran mesin bensin. Salah satu cara yang dilakukan adalah menyemprotkan bahan bakar (injeksi) ke dalam mesin, baik langsung maupun tidak. Cara lain, agar kerja mesin makin efisien dan bisa menekan CO dan CO2 serendah mungkin, perbandingan kompresi  makin lebih tinggi. Khusus untuk hal terakhir, diperlukan bensin dengan kualitas baik, misalnya  dengan oktan lebih tinggi. (Kompas)

 

.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::