|   Home   |   About Us   |   Products ( 199 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
Memerhatikan Kondisi Mesin Lewat Asap Knalpot

Jika melintas di jalan raya, sulit rasanya untuk dapat menghirup udara dengan leluasa. Pasalnya, selain karena jumlah kendaraan yang terus meningkat dewasa ini, juga akibat banyaknya kendaraan yang mengeluarkan gas buang terlalu pekat dan beracun bagi saluran pernapasan. Betapa tidak, di dalam gas buang tersebut terdapat kandungan timbal yang tinggi dan dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Terlebih untuk kendaraan transportasi umum, yang seenaknya mengebulkan asap hitamnya meski telah ada regulasi khusus mengenai hal tersebut, seperti halnya peraturan daerah Jakarta yang mengharuskan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta harus lolos uji emisi, terlebih untuk memperpanjang STNK dan BPKB.

Ironisnya, tidak sedikit kendaraan pribadi yang memiliki masalah serupa, yang menandakan kendaraan tidak dirawat dengan baik dan benar. Salah satu cara untuk menilik adanya masalah pada saluran pembuangan kendaraan adalah lewat warna asap yang dikeluarkan lewat knalpot.

Asap berwarna hitam yang pekat menandakan terjadinya sistem pembakaran yang tidak sempurna. Hal ini antara lain disebabkan karena campuran bensin di dalam karburator terlalu kaya sehingga tidak terbakar secara sempurma. Untuk menanggulanginya, campuran bensin dan udara harus dibuat seimbang agar gas buang normal kembali atau tidak berwarna. Di samping itu, bersihkanlah komponen-komponen yang berperan dalam sistem pembakaran, seperti filter udara.

Ada kalanya pula asap pembuangan berwarna putih yang pada umumnya disebabkan adanya kebocoran di bagian ring seher atau terdapat oli yang masuk ke dalam ruang pembakaran. Bisa jadi asap putih tersebut hanya terjadi di pagi hari atau saat kendaraan dinyalakan pertama kali. Artinya, kerusakan terjadi akibat seal klep silinder yang mulai getas, atau sitting klep dan bushing klep yang aus.

Apabila asap putih keluar terus menerus dan tidak segera ditanggulangi, maka tenaga mobil akan jauh berkurang akibat piston yang aus, ataupun ruang bakar yang penuh kerak karena oli yang dibakar akan meninggalkan sisa kerak. Dalam waktu lama, bukan tidak mungkin jika pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan mesin yang lebih parah dan memerlukan biaya perbaikan yang lebih besar.

Agar kondisi seperti ini tidak terjadi, pemeriksaan dan perawatan mesin kendaraan secara berkala sangat dibutuhkan. Terutama pula untuk selalu menjaga kebersihannya, sehingga seluruh komponen dalam ruang pembakaran dapat berjalan sempurna.

Sumber dari : Harian Kompas

 

.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::