|   Home   |   About Us   |   Products ( 199 ) |   Tips & Trick  |   Contact Us   |
Nyaman dengan Mesin Diesel

DUNIA otomotif patut berterima kasih pada Rudolf Diesel, karena mesin diesel temuannya pada tahun 1892 - dan dipatenkan pada 23 Februari 1893 dan terus mengalami perkembangan - sekarang banyak digunakan pada berbagai jenis kendaraaan, termasuk mobil.

Namun mesin diesel yang identik dengan getaran yang keras berikut asap hitam yang mengepul menjadi hal yang tak dapat dimungkiri. Oleh beberapa orang hal ini memang dianggap wajar mengingat pasokan udara yang lebih banyak ke silinder mesin --dibandingkan dengan mesin bensin-- akan menghasilkan letupan yang lebih keras, tenaga lebih besar dari setiap bahan bakar yang masuk.

Tapi jika getaran yang muncul terlampau besar dan asap yang keluar melebihi batas normal maka sudah selayaknya Anda curiga ada sesuatu dengan mobil. Pada umumnya hal tersebut terjadi karena timing/saat pengabutan pada injector tidak tepat, celah klep yang tidak tepat, air filter atau saringan udara sudah sangat kotor dan lain-lain. Karenanya penyetelan ulang pada mesin sesuai dengan prosedur dan spesifikasi yang benar. Untuk itu membawa mobil ke bengkel kesayangan menjadi langkah yang paling tepat untuk dilakukan, di samping perawatan secara rutin.

Pada intinya perawatan untuk mobil bermesin diesel tak jauh berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin, hanya saja pengecekan pada filter oli, filter udara, dan penggantian pelumas mesin secara teratur menjadi hal utama yang patut diperhatikan. Bacalah buku manual untuk mengetahui jenis pelumas mana yang paling tepat untuk mobil Anda.

Untuk mengurangi kepulan asap, para ahli di bidang otomotif telah mengembangkan teknologi common-rail direct injection menyusul kenyataan bahwa partikel solar memiliki bobot yang lebih berat dari pada bensin, maka untuk meningkatkan proses penghancuran partikel tersebut, solusinya adalah dengan meningkatkan tekanan solar yang dimasukkan ke ruang bakar. Di sinilah common rail memegang peran yang amat penting. Sebagai catatan, mesin yang menggunakan teknologi ini membutuhkan bahan bakar solar dengan kandungan sulfur yang rendah.

Sumber dari : Kompas.Com

 

.:: Copyright by aksesorismobil.com © 2007 - All rights reserved ::